Pengabdian Kepada Masyarakat: Inovasi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting di Desa Maria

Bima, NTB – 29 Juli 2025 – Upaya percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) berbasis pemberdayaan pangan lokal. Tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Bima melaksanakan program pemanfaatan jewawut dan sarang burung walet sebagai inovasi pangan fungsional bagi ibu hamil dan balita di wilayah rawan stunting.

Kegiatan PkM yang diketuai oleh Nur Husnul Khatimah ini dilaksanakan di Desa Maria, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima. Program ini melibatkan kader posyandu, ibu hamil, dan ibu balita sebagai mitra utama dalam proses edukasi dan pelatihan.

Berbeda dengan kegiatan penelitian, program ini berfokus pada transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk biskuit dan MP-ASI bergizi tinggi yang kaya protein, energi, dan mikronutrien penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

Ketua tim PkM menjelaskan bahwa kegiatan ini menekankan pada peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu secara mandiri memproduksi dan memanfaatkan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Pangan Lokal kepada masyarakat Desa Maria Utara Kec. Wawo Kab. Bima

“Melalui pengabdian ini, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mendampingi masyarakat hingga mampu mempraktikkan langsung pengolahan pangan lokal secara mandiri,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan meliputi:

  • Sosialisasi pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting
  • Pelatihan formulasi dan pengolahan produk berbasis jewawut dan sarang burung walet
  • Uji penerimaan produk (acceptability test)
  • Monitoring dan evaluasi penerapan hasil pelatihan di tingkat keluarga
Produk (Biskuit Jewawut kombinasi Sarang walet) Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)

Program ini sejalan dengan kebijakan percepatan penurunan stunting yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta penguatan tridarma perguruan tinggi melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Ke depan, model pemberdayaan berbasis pangan lokal ini diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Bima sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan status gizi masyarakat secara berkelanjutan.

Similar Posts